Kamis, 10 Mei 2018

Daun Robek si Monstera deliciosa jadi Idola


Para hobiis tanaman pasti sudah tidak asing sama si jenis tanaman hias yang satu ini.  Selain robekan, bolongan daunnya yang bikin unik, di tambah pemeliharaan yang mudah bikin si Momon (Panggil saja dia Momon) makin banyak di gemari.  Bisa Indoor juga Outdoor, tuh kurang fleksibel apalagi coba si Momon ini? Ya kan?.  Nah Faktor ekonomi jua lah yang menentukan, di mana banyak penggemarnya disitu banyak pula uang yang dibutuhkan untuk mengadopsi si Momon.  Apalagi kalau sudah besar ya.....pasti bisa sampai ratusan ribu rupiah.  Gak heran juga kalau sampai hobiis saking sayang nya, daun Momon selalu di belai dan dibersihkan, bahkan  biasanya sampai dibelai dengan zat yang bikin daun jadi lebih berkilau.  Whoawwwhh.. segitunya.

Wahai para pecinta Momon, ketika belai-belai Momon, pernah kepikiran gak si? atau bertanya-tanya dalam hati sendiri (bukan hati orang lain yaa,,,), kenapa daun Momon bisa robek-robek atau bolong seperti itu? Mirip dengan kerabatnya si Monstera obliqua yang juga bolong. Hahahahha.  Pasti disambung dengan jawaban yang datang nya juga dari dalam hati sendiri, “yah...dari sana nya memang sudah begitu, alias Takdir”. Hahahha.  Itu Jawaban yang benar dan sangat akurat sekali. Hahhaha.

Sedikit cerita dari saya yang bersumber dari beberapa tulisan ilmiah untuk menjawab itu.  Semoga dengan bahasa yang lebih santai penjelasannya bisa diterima ya.  Daun Monstera yang bolong dan robek itu karena adanya Programmed Cell Death (PCD) yang artinya kematian sel terprogram.  Begini maksudnya, daun si Momon akan terbelah atau bolong secara otomatis karena sudah terprogram atau bisa dibilang sudah terencana.  Hal ini memang merupakan regulasi kehidupan si Momon (Nah ini yang dibilang takdir) Hahaha.  Sel – Sel daun Momon yang semula utuh secara otomatis akan mati membentuk belahan/celah dan lubang.  Lalu siapa yang mengatur atau merencanakan itu semua?, pasti mau bilang lagi “Tuhan Yang Maha Kuasa kan?” Hahaha. Memang kalau ngebahas ini, makin bertafakur secara tidak langsung.  PCD sudah diprogram atau diatur oleh DNA di dalam sel.  Analogi nya seperti perangkat smartphone kita yang ada mode default nya gitu loh.  Jadi DNA dalam sel akan mengatur bentuk, pola celah maupun lokasi celahnya pada daun si Momon.  DNA itu ada didalam sel.  Sel itu bagian terkecil dari jaringan daun.  Kalau saya beri gambaran, daun itu adalah puzzle yang sudah tersusun, nah potongan puzzle itu adalah sel, dan DNA adalah bagian yang lebih kecil lagi dari sel.  Iyes, lagi-lagi tidak kasat mata, jadi sementara kita bayangkan saja dulu ya guys.  Gambaran lain  yang bisa saya berikan adalah seperti ini, terbentuknya celah daun si Momon itu sama halnya seperti embrio manusia, jadi sewaktu kita diperut sang mama, semula jari-jari kita ini rapat ya guys, jadi bentuk tangan nya itu kurang lebih seperti dayung, nah dengan PCD atau kematian sel terprogram ini, membuat sel-sel calon jari tangan ini mati, sehingga membentuk sela jari.  Sama halnya dengan kelopak mata kita, di dalam kandungan mama, kelopak mata ini rapat.  Dengan PCD, sebagian sel kelopak mata akan mati sehingga kelopak mata kita bisa membuka.  Nah,,,kira-kira begitu gambarannya. 

Inget Mr PACMAN ?, iya betul, games nintendo yang makan bulatan kecil di sepanjang perjalanannya. Sementara kita bayangkan dulu ya bahwa yang terjadi di dalam sel daun momon yang mati itu, kejadiannya serupa dengan si pacman. Jadi di dalam sel daun Momon, ada sejumlah partikel yang sifatnya memakan (fagosit), yang lama kelamaan si sel daun akan mati, hilang dan membentuk celah.  Atau gambaran lainnya adalah seperti daun yang bercelah atau berlubang akibat  dimakan ulat.  Hanya saja kalau ulat dari luar daun, dan bentuk celah dan lubang menjadi tidak teratur.  Berbeda dengan PCD yang membentuk celah akibat dari dalam dan bentuk celah/lubang lebih teratur.  Kebayang kan guys?.  Ada yang tau gak sih, kalau terbentuknya celah atau hole si Momon ini kapan?.  Apakah saat daun masih menempel pada pelepahnya (tangkai daun induk) dan ketika keluar sebagai daun muda sudah ada celah dan lubang?,  atau daun muda yang mucul seperti daun pada tanaman umumnya, kemudian menyusul pembentukan celah/lubang?.  Kalau dari pengamatan yang saya lakukan, setiap muncul daun baru dengan warna hijaunya yang masih muda dan teksturnya yang lentur dan belum kokoh, celah/lubang sudah mulai tampak.  Kalau kesimpulan pengamatan saya sih, terbentuknya celah atau lubang terjadi saat calon daun masih menempel pada tangkai daun / pelepah daun induk.

Daun baru sudah ada celahnya
Calon daun baru yang masih menempel pada tangkai daun induk


Daun baru yang muncul, keluar
dari tangkai daun induk
PCD pada daun Momon ini lebih bertujuan kepada untuk karakteristik bentuk atau morfologi daunnya.  PCD juga merupakan indikator perkembangan suatu organ (dalam hal ini organ tanaman).  Adapun PCD sebagai indikator penuaan organ, Tetapi biasanya penuaan diiringi dengan regenerasi organ.  Misalnya karena sudah tua, sel daun menjadi mati dan gugur.  Pernah terpikir juga gak sih? Untuk apa penggguuran daun yang sudah tua? .  Yes, untuk efektivitas energi atau makanan.  Karena penuaan biasanya diirinngi dengan regenerasi (contoh: ada daun gugur, ada juga daun/pucuk baru).  Jadi agar penyebaran energi dan makanan menjadi lebih merata ke seluruh organ tumbuhan.  Ahahahha, kayak kita ya, regenerasi itu perlu.  Ada juga faktor luar yang memicu terjadi nya kematian sel, misalnya karena bakteri atau jamur patogen (merugikan dan mematikan).  Bila tanaman terserang patogen, maka biasanya tanaman akan mempertahankan hidupnya dengan mematikan sel pada organ yang terserang, agar penyebaran patogen menjadi tidak meluas ke bagian organ lainnya.  Semoga tulisan ini bisa membantu kalian para hobiis yang memiliki pertanyaan sama seperti saya ya.

Cheers,

PUSTAKA
Paliyath, G. dkk. 2008. Postharvest Biology and Technology of Fruits, Vegetables, and Flowers. USA: A John Wiley & Sons, Ltd., Publication.
Rogers, H. J. 2005. Cell death and Organ Development in Plants. 71: 225 - 261

Tidak ada komentar:

Posting Komentar