Para hobiis tanaman pasti sudah tidak asing sama si
jenis tanaman hias yang satu ini. Selain
robekan, bolongan daunnya yang bikin unik, di tambah pemeliharaan yang mudah
bikin si Momon (Panggil saja dia Momon) makin banyak di gemari. Bisa Indoor
juga Outdoor, tuh kurang fleksibel
apalagi coba si Momon ini? Ya kan?. Nah
Faktor ekonomi jua lah yang menentukan, di mana banyak penggemarnya disitu
banyak pula uang yang dibutuhkan untuk mengadopsi si Momon. Apalagi kalau sudah besar ya.....pasti bisa
sampai ratusan ribu rupiah. Gak heran
juga kalau sampai hobiis saking sayang nya, daun Momon selalu di belai dan
dibersihkan, bahkan biasanya sampai
dibelai dengan zat yang bikin daun jadi lebih berkilau. Whoawwwhh.. segitunya.
Wahai para pecinta Momon, ketika belai-belai Momon,
pernah kepikiran gak si? atau bertanya-tanya dalam hati sendiri (bukan hati
orang lain yaa,,,), kenapa daun Momon bisa robek-robek atau bolong seperti itu?
Mirip dengan kerabatnya si Monstera
obliqua yang juga bolong. Hahahahha.
Pasti disambung dengan jawaban yang datang nya juga dari dalam hati
sendiri, “yah...dari sana nya memang sudah begitu, alias Takdir”. Hahahha. Itu Jawaban yang benar dan sangat akurat
sekali. Hahhaha.
Sedikit cerita dari saya yang bersumber dari beberapa
tulisan ilmiah untuk menjawab itu.
Semoga dengan bahasa yang lebih santai penjelasannya bisa diterima
ya. Daun Monstera yang bolong dan robek itu
karena adanya Programmed Cell Death (PCD) yang artinya kematian sel
terprogram. Begini maksudnya, daun si
Momon akan terbelah atau bolong secara otomatis karena sudah terprogram atau
bisa dibilang sudah terencana. Hal ini
memang merupakan regulasi kehidupan si Momon (Nah ini yang dibilang takdir)
Hahaha. Sel – Sel daun Momon yang semula
utuh secara otomatis akan mati membentuk belahan/celah dan lubang. Lalu siapa yang mengatur atau merencanakan
itu semua?, pasti mau bilang lagi “Tuhan Yang Maha Kuasa kan?” Hahaha. Memang kalau
ngebahas ini, makin bertafakur secara tidak langsung. PCD sudah diprogram atau diatur oleh DNA di
dalam sel. Analogi nya seperti perangkat
smartphone kita yang ada mode default
nya gitu loh. Jadi DNA dalam sel akan
mengatur bentuk, pola celah maupun lokasi celahnya pada daun si Momon. DNA itu ada didalam sel. Sel itu bagian terkecil dari jaringan daun. Kalau saya beri gambaran, daun itu adalah
puzzle yang sudah tersusun, nah potongan puzzle itu adalah sel, dan DNA adalah
bagian yang lebih kecil lagi dari sel.
Iyes, lagi-lagi tidak kasat mata, jadi sementara kita bayangkan saja
dulu ya guys. Gambaran lain yang bisa saya berikan adalah seperti ini,
terbentuknya celah daun si Momon itu sama halnya seperti embrio manusia, jadi
sewaktu kita diperut sang mama, semula jari-jari kita ini rapat ya guys, jadi
bentuk tangan nya itu kurang lebih seperti dayung, nah dengan PCD atau kematian
sel terprogram ini, membuat sel-sel calon jari tangan ini mati, sehingga
membentuk sela jari. Sama halnya dengan
kelopak mata kita, di dalam kandungan mama, kelopak mata ini rapat. Dengan PCD, sebagian sel kelopak mata akan
mati sehingga kelopak mata kita bisa membuka.
Nah,,,kira-kira begitu gambarannya.
Inget Mr PACMAN ?, iya betul, games nintendo
yang makan bulatan kecil di sepanjang perjalanannya. Sementara kita bayangkan
dulu ya bahwa yang terjadi di dalam sel daun momon yang mati itu, kejadiannya
serupa dengan si pacman. Jadi di dalam sel daun Momon, ada sejumlah partikel
yang sifatnya memakan (fagosit), yang
lama kelamaan si sel daun akan mati, hilang dan membentuk celah. Atau gambaran lainnya adalah seperti daun
yang bercelah atau berlubang akibat
dimakan ulat. Hanya saja kalau
ulat dari luar daun, dan bentuk celah dan lubang menjadi tidak teratur. Berbeda dengan PCD yang membentuk celah akibat
dari dalam dan bentuk celah/lubang lebih teratur. Kebayang kan guys?. Ada yang tau gak sih, kalau terbentuknya
celah atau hole si Momon ini kapan?. Apakah saat daun masih menempel pada
pelepahnya (tangkai daun induk) dan ketika keluar sebagai daun muda sudah ada
celah dan lubang?, atau daun muda yang mucul
seperti daun pada tanaman umumnya, kemudian menyusul pembentukan celah/lubang?. Kalau dari pengamatan yang saya lakukan,
setiap muncul daun baru dengan warna hijaunya yang masih muda dan teksturnya yang
lentur dan belum kokoh, celah/lubang sudah mulai tampak. Kalau kesimpulan pengamatan saya sih, terbentuknya
celah atau lubang terjadi saat calon daun masih menempel pada tangkai daun /
pelepah daun induk.
![]() |
| Daun baru sudah ada celahnya |
![]() |
| Calon daun baru yang masih menempel pada tangkai daun induk |
![]() |
| Daun baru yang muncul, keluar dari tangkai daun induk |
PCD pada daun Momon ini lebih bertujuan kepada untuk karakteristik bentuk atau morfologi daunnya. PCD juga merupakan indikator perkembangan suatu organ (dalam hal ini organ tanaman). Adapun PCD sebagai indikator penuaan organ, Tetapi biasanya penuaan diiringi dengan regenerasi organ. Misalnya karena sudah tua, sel daun menjadi mati dan gugur. Pernah terpikir juga gak sih? Untuk apa penggguuran daun yang sudah tua? . Yes, untuk efektivitas energi atau makanan. Karena penuaan biasanya diirinngi dengan regenerasi (contoh: ada daun gugur, ada juga daun/pucuk baru). Jadi agar penyebaran energi dan makanan menjadi lebih merata ke seluruh organ tumbuhan. Ahahahha, kayak kita ya, regenerasi itu perlu. Ada juga faktor luar yang memicu terjadi nya kematian sel, misalnya karena bakteri atau jamur patogen (merugikan dan mematikan). Bila tanaman terserang patogen, maka biasanya tanaman akan mempertahankan hidupnya dengan mematikan sel pada organ yang terserang, agar penyebaran patogen menjadi tidak meluas ke bagian organ lainnya. Semoga tulisan ini bisa membantu kalian para hobiis yang memiliki pertanyaan sama seperti saya ya.
Cheers,
PUSTAKA
Paliyath,
G. dkk. 2008. Postharvest Biology and Technology of Fruits, Vegetables, and
Flowers. USA: A John Wiley & Sons, Ltd., Publication.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar